brandoutlet.co.id – Siapa pun yang sudah lama menggeluti dunia aktivis pasti pernah mendengar nama Teten Masduki disebut-sebut sebagai orang yang gencar menyuarakan sikap anti korupsi.

Dan memang pria berkacamata dan berkepala plontos itu lama dikenal sebagai aktivis publik. Dan di era pemerintahan Presiden Jokowi yang kedua, Teten Masduki masuk ke dalam jajaran menteri kabinet. Kali ini Teten didaulat untuk mengemban jabatan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Kelahiran dan Masa SMP Teten Masduki

Teten Masduki lahir di Garut pada 6 Mei 1963, dan merupakan orang yang sempat memimpin lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) di era Presiden Habibie. Sebagai lulusan Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia di IKIP Bandung pada 1987, Teten sempat mengikuti kursus kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisia pada 1989.

mengenal sosok teten masduki

Teten lahir dan dibesarkan di keluarga pebisnis kampung. Anak nomor 5 dari 8 bersaudara itu sempat bercerita kepada CNN bahwa ayahnya dulu adalah wiraswasta kecil-kecilan yang mengelola bisnis di bidang penjualan dan pembelian hasil bumi, minyak atsiri, dan pengolahan tepung tapioka.

Jadilah masa kecil Teten sebetulnya jauh dari kehidupan keluarga aktivis. Dulu Teten dididik untuk mempelajari bisnis serta mengelolanya. Sempat dia bercerita tentang bagaimana dulu ayah dan keluarganya melibatkan Teten di bisnis keluarga ketika usianya menginjak bangku SMP.

Di bangku SMP itulah Teten mulai mengelola bisnis keluarga. Ketika itu Teten sering berada di pabrik dan belajar banyak hal tentang pengolahan tepung tapioka.

Dari eksistensinya di bisnis keluarga itulah Teten terlibat dengan beberapa macam proses produksi yang berlangsung di pabrik, di antaranya proses pembelian singkong sampai akhirnya jadi tepung tapioka. Selain itu Teten juga memastikan supaya setiap proses pembuatan tepung tapioka berjalan dengan benar. Sempat juga Teten bercerita bahwa tiap malam dia mesti memastikan apakah tim penggilingan, pengecekan, bahan baku, dan permesinan berjalan dengan baik.

Baca Juga : Cara Menyadap WhatsApp Pacar Tanpa Ketahuan

Masa-Masa Belajar di SMP Sampai Perguruan Tinggi

Teten mengaku bahwa dia sangat terkesan dengan guru fisika di SMA-nya dan guru mata pelajaran biologi di SMP-nya. Lewat dua mata pelajaran yang berbeda, Teten beranggapan materi yang diajarkan keduanya sangat membuka wawasan dan pikiran.

Dari situlah Teten kemudian sempat memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Nasib kemudian membawanya ke IKIP Bandung, dimana dia kuliah di situ tanpa tes. Semasa kuliah, Teten memutuskan mengambil jurusan kimia. Jalan hidupnya sebagai seorang aktivis ditentukan di sini.

teten masduki sebagai aktivis

Di IKIP Bandung, Teten banyak bergaul dengan mahasiswa Unpad dan ITB. Di masa ketika Teten duduk di bangku kuliah, kehidupan politik kampus dibatasi. Meski begitu Teten masih menikmati masa-masa dimana dia dan teman-teman ITB-nya banyak mendiskusikan masalah ketimpangan sosial, petani, dan lain sebagainya. Lewat pergaulannya itu, Teten mulai mengenal banyak teori-teori sosial.

Sejak itulah cita-citanya mulai bergeser. Teten mulai menggeser cita-citanya semula dan mulai menaruh perhatian lebih kepada permasalahan sosial yang kompleks di Indonesia. Pergeseran cita-cita itu dibarengi dengan kehidupan Teten yang mulai bergaul dengan aktivitas HAM yang membela kaum cilik, melakukan pemberdayaan ekonomi.

Masa-Masa Sebagai Aktivis

Nama Teten benar-benar dikenal ketika dia bergabung di Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai pendiri. Ada satu kejadian yang membuat ICW dikenal sebagai lembaga anti korupsi yang mampu memaksa seorang pejabat negara mundur dari jabatannya.

 

Ini terjadi di era Presiden BJ Habibie. Ketika itu ICW berhasil membongkar kasus suap yang pelakunya melibatkan Andi M Ghalib. Dia adalah Jaksa Agung di era Presiden Habibie. Dan karena faktor itulah Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Karir Politik dan Kiprahnya di Pemerintahan

Pada 2012 Teten mulai menampakkan diri di jagat politik, dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Dia berpasangan dengan Rieke Diah Pitaloka, yang mencalonkan diri sebagai Gubernur.

teten masduki masuk di pemerintahan Joko Widodo

Hasil Pemilu Gubernur Jawa Barat muncul pada 3 Maret 2013. Pasangan Rieke – Teten ternyata menempati peringkat kedua, dengan peroleh suara sebanyak 5,7 juta. Rieke dan Teten, pasangan nomor urut 5 yang diusung PDIP, kalah.

Setahun setelahnya, tepatnya ketika Pilpres 2014, Teten bergabung sebagai tim sukses Jokowi dan Jusuf Kalla. Pasangan ini menang dan Teten kemudian bergabung sebagai staf Sekretariat Negara.

Setahun kemudian Teten ditunjuk sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Luhut Pandjaitan. Pada 2018 posisi Teten digeser lagi. Dia menjadi Koordinator Staf Khusus Presiden.

Setahun kemudian Pemilu kembali diadakan. Jokowi kali itu berpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin, dan seperti tertulis di sejarah, mereka berdua menang. Teten pun kali ini ditunjuk sebagai Menteri Koperasi dan UKM.

Teten mengaku senang mendapat amanah jabatan sebagai Menteri Koperasi dan UKM. Akarnya yang memang dekat dengan rakyat membuat Teten yakin mampu mengemban amanah dengan benar.