brandoutlet.co.id – Perbankan bisa dikatakan sebagai sumber keuangan yang diantaranya yakni dalam hal kredit bagi nasabah, untuk perorangan, serta badan usaha agar bisa memenuhi keperluan konsumsinya serta untuk bisa membantu meningkatkan produksi. Salah satu kebutuhan positif seperti upaya untuk meningkatkan serta memperluas bisnis atau usaha.

Kepentingan dengan sifat konsumtif seperti uang digunakan untuk pembelian rumah, lalu membuat masyarakat melakuakn pinjam kepada bank dalam bentuk KPR atau Kredit Pembelian Rumah. Kemudian untuk kebutuhan bersifat produktif seperti meningkatkan sebuah bisnis, memperluas dan membuka cabang dagangan, membeli alat-alat perlengkapan pabrik atau bentuk usaha lainnya, 

Program tersebut tujuannya untuk bisa memberdayakan para nasabah bank melalui penerapan standar susunan mekanisme atau alur pengaduan nasabah, peningkatan dalam hal transparansi produk perbankan, pendirian badan mediasi yang independen, serta edukasi untuk para nasabah. Dengan adanya perlindungan tersebut, tentu akan menaikkan kepercayaan para nasabah terhadap sistem bank.

Fungsi Bank Melindungi Nasabah Lewat Aspek Kerahasiaan Perbankan 

Permasalahan mengenai rahasia perbankan sering sekali menjadi ulasan atau topik yang menarik untuk dibahas bagi siapapun untuk berbagai macam kalangan, mulai dari kalangan mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, akademisi, politisi hingga praktisi.

Menariknya lagi, semua permasalah tersebut justru disebabkan oleh keingintahuan yang berlebih dari masyarakat pada umumnya. Khususnya pada pihak yang mempunyai kepentingan, serta menyangkut soal kondisi keuangan nasabah debitur yang bergabung dalam sebuah bank tertentu, mengenai sehat atau sakit, sedang bermasalah atau tidak.

Akan tetapi bagi pihak lain, bank pastinya tidak bisa memberi keterangan seperti ini sebab berbenturan dengan peraturan dan ketentuan yang sudah atur serta ditetapkan sebagai rahasia bank. 

perlindungan hukum nasabah bank

Munculnya ketentuan menyangkut rahasia bank tersebut akhirnya melahirkan berbagai reaksi dari masyarakat, bahwasannya pihak bank telah sengaja menyembunyikan kondisi keuangan tidak sehat bagi pihak nasabah, entah itu perorangan, atau badan usaha yang sedang dijadikan sorotan bagi masyarakat.

Karena hal ini, menjadi timbul anggapan bahwa sistem perbankan telah bersembunyi dengan menggunakan ketentuan rahasia dari bank agar bisa melindungi seluruh kepentingan para nasabah yang dirasa belum tentu valid.

Akan tetapi, jika pihak bank memang melakukan hal itu dengan benar dan seperti itu adanya, hal tersebut tentu akan menjadi hal yang luar biasa dan merupakan sebuah keharusan serta kepatutan.

Serta perlu diketahui bersama bahwa dana yang ada di perbankan kemudian digunakan untuk meminjamkan ke masyarakat entah itu dalam bentuk kredit, dana ini bukan milik bank itu sendiri, sebab modal dari perbankan juga terbatas, melainkan dana dari masyarakat yang terkumpul di dalam bank tersebut.

Dengan begitu, pihak bank berusaha untuk menarik dan juga mengumpulkan dana dari masyarakat yang bersedia menyimpan sejumlah uangnya kepada mereka atau bank tertentu melalui berbagai macam undian, atau doorprize serta iming-iming lain agar para masyarakat mau melakukan penyimpanan uang dalam jangka waktu cukup lama. 

Uang masyarakat yang tersimpan di bank akan masuk ke dalam bentuk Deposito, Tabungan, Giro dan lain lain. Semua uang masyarakat yang sudah terkumpul dalam jangka waktu yang lama yang jika ditotal menjadi sangat besar. Tentu ini adalah sumber utama dari bank untuk menyalurkan dana kembali ke masyarakat yang membutuhkan pinjaman atau kredit.

Hal tersebut merupakan wujud dari fungsi perbankan sebagai bentuk intermediasi. Sebab di sebuah bank yang tidak mempunyai sumber keuangan dari masyarakat dalam jumlah besar tentu akan sangat menghambat semua kegiatan atau visi dari sebuah bank tersebut, karena pihak bank sendiri tidak sanggup melebarkan ekspansinya. 

Baca Juga : Tips Memilih Kemasan Produk Untuk Usaha Minuman Kekinian

Perlindungan Hukum Diberikan Oleh Pihak Bank Kepada Nasabah

Seperti apa perlindungan hukum kepada nasabah yang diberikan oleh pihak bank. Sesuai dengan isi dari UU Nomer 10 pada Tahun 1998 menyangkut perubahan dari UU Nomor 7 pada Tahun 1992 mengenai perbankan? 

Berikut jawaban yang sudah dirangkum. Simak ulasannya dibawah ini.

Bentuk perlindungan hukum diberikan langsung oleh pihak perbankan karena penggunaan layanan jasa perbankan apabila dilihat dari aturan Undang-Undang No.10 1998 yang terdiri atas :

  1. Menyediakan sarana informasi tentang kemungkinan terjadinya resiko dalam bentuk kerugian bagi nasabah, yaitu supaya akses untuk mendapatkan informasi soal kegiatan serta kondisi dari bank lebih terbuka dan bisa menjamin terjadinya transparansi antara bank dan nasabah
  2. Mengenai rahasia bank, hal ini dilakukan supaya kepercayaan dari masyarakat muncul jika dari pihak bank mempunyai jaminan mengenai dana nasabah yang disimpan tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang tidak jelas.
  3. Terbentuknya sebuah Lembaga jaminan Simpanan serta setiap bank diwajibkan menjamin keuangan nasabah yang tersimpan di sebuah bank yang bersangkutan.

Setelah itu, upaya pemerintah agar bisa melindungi konsumen atau nasabah secara umum bisa juga kamu temukan, yang sudah dituliskan di dalam UU No. 8 Tahun 1999 mengenai perlindungan hukum kepada konsumen.