brandoutlet.co.id – Tidak banyak yang mengetahui bahwa UMKM dan UKM memiliki perbedaan. Walaupun mempunyai tujuan yang sama yaitu menumbuhkan dan mengembangkan usaha dalam rangka membangun perekonomian nasional, dimana tentu saja semua dilakukan berdasarkan asas demokrasi ekonomi yang adil. Di bawah ini sendiri akan dijelaskan perbedaan antara UMKM dan UKM untuk Anda. 

Perbedaan UMKM dan UKM 

Secara spesifik memang keduanya memiliki perbedaan yang tidak begitu jauh. Tapi sebagai pelaku usaha sudah jelas kita harus mengetahui apa saja perbedaan dari UMKM dan UKM ini. Berikut ini adalah perbedaannya: 

  • Pengertian UMKM dan UKM 

Secara pengertian sendiri keduanya sangatlah berbeda. UMKM sendiri adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil Menengah yang merupakan usaha perdagangan dan dikelola oleh badan atau perorangan, di mana UMKM ini merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh undang-undang. 

Sedangkan UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah yang terbagi dalam 3 kelompok yaitu usaha mikro, kecil dan menengah. Di mana perbedaan dari ketiganya sendiri adalah omset yang didapatkan dalam perbulan. Kebanyakan UKM sendiri menghasilkan omset sekitar 50 juta ke atas. 

  • Omzet yang didapatkan 

Perbedaan utama dari UMKM dan UKM sendiri adalah dari omzet yang didapatkan, di mana keduanya memiliki angka yang terbilang cukup jauh.

perbedaan ukm dan umkm

Untuk UMKM sendiri biasanya mampu mencapai omzet berkisar 300 juta ataupun lebih perbulan, sedangkan untuk UKM sendiri berkisar di angka 50  juta ataupun 200 juta dalam sebulan. Untuk UMKM dan UKM ini biasanya memang bergerak dalam bentuk badan atau perorangan, hanya saja UKM mayoritas dijalankan oleh para pebisnis rumahan.

  • Kekayaan bersih 

untuk kekayaan bersih dari UMKM dan UKM sendiri juga berbeda, perlu diingat bahwa kekayaan bersih tidak dihitung dari tanah dan bangunan. Untuk usaha mikro biasanya berkisar pada angka 50 juta rupiah, sedangkan untuk usaha kecil sekitar 50 juta hingga 500 juta rupiah. Lalu ada usaha menengah yang memiliki kekayaan bersih mulai dari 500 juta hingga 10 milyar rupiah. 

Baca Juga : 5 Pilihan Kredit Untuk UMKM yang Membutuhkan Dana Segar

  • Jumlah karyawan 

UMKM dan UKM juga dapat dibedakan dari jumlah karyawan yang bekerja pada setiap usahanya. Untuk usaha kecil biasanya mempunyai karyawan sekitar 5 hingga 19 orang, sedangkan untuk usaha menengah berkisar 20 hingga 99 orang. Adapun beberapa usaha mikro yang mempekerjakan kurang dari 5 karyawan. 

  • Modal 

Setiap bisnis sudah pasti membutuhkan modal untuk memulainya, dimana biasanya UKM membutuhkan modal di bawah 50 juta rupiah. Sedangkan UMKM sendiri membutuhkan modal yang cukup besar yaitu sekitar 300 juta rupiah ke atas. Tapi UMKM sendiri memiliki resiko yang sangat besar, mengingat jumlah karyawan yang tidak berjumlah sedikit. Sehingga perlu sekali melakukan management yang tepat agar tidak mengalami kerugian yang besar. 

  • Pajak yang dibayarkan 

Untuk pajak untuk UMKM dan UKM sendiri diatur dalam PP No. 23 tahun 2018, di mana yang diwajibkan pajak apabila mendapatkan penghasilan bruto di bawah 4,8 milyar yang mana beban dikenakan adalah pajak final sebesar 0,5%. Apabila penghasilan bruto berhasil mencapai lebih dari 4,8 milyar sudah pasti tidak masuk dalam kriteria wajib pajak tersebut. Bagi usaha mikro yang tidak mempunyai karyawan, tidak menyewa gedung, tidak melakukan transaksi pembelian jasa, maka tidak perlu membayar pajak ini. 

Itulah perbedaan dari UMKM dan UKM yang perlu sekali untuk Anda pahami, di mana akan sangat membantu Anda yang memang ingin membangun sebuah usaha baik mikro maupun kecil. 

Jenis UMKM dan UKM 

Setelah melihat perbedaannya, apa saja jenis UMKM dan UKM yang bisa Anda lakukan. Berikut ini adalah jenisnya: 

  • Usaha Kuliner 

Usaha yang satu ini sendiri bergerak pada bidang UMKM, di mana memang kriteria dan karakternya masih masuk dalam usaha mikro. Banyak masyarakat yang memilih membangun usaha kuliner ini karena memang mempunyai pangsa pasar yang luas. Di mana yang terpenting adalah selalu berinovasi menciptakan sebuah usaha kuliner yang sukses. 

  • Usaha fashion 

Untuk usaha yang satu ini sendiri dapat bergerak di bidang UMKM dan UKM. Mengapa demikian? Karena ada beberapa usaha fashion yang masih masuk usaha mikro dan ada juga yang masuk usaha kecil. Untuk membedakannya sendiri dapat dilihat dari poin-poin perbedaan yang sebelumnya sudah dibahas. 

  • Bisnis kecantikan 

Usaha dalam bidang kecantikan pun bisa masuk dalam kategori usaha kecil dan mikro. Untuk membangunnya sendiri tidak memerlukan modal yang besar, tergantung dalam bidang kecantikan mana yang Anda lakukan. Peluang dari bisnis ini sendiri selalu terbuka dengan sangat lebar, di mana yang terpenting adalah selalu mengedepankan service memuaskan untuk pelanggan. 

Masih banyak sekali jenis-jenis UMKM dan UKM yang bisa dijalankan, di mana biasanya memang pangsa pasar untuk usaha-usaha ini sangatlah luas dan mudah dijangkau berbagai kalangan. 

Categories: Edukasi