Kebanyakan orang pasti tidak asing dengan kata entrepreneur. Profesi yang menjadikan seseorang bebas dalam mengerjakan apapun demi menggalakan kondisi keuangan secara umum. Karena seorang entrepreneur mampu menciptakan sebuah lapangan pekerjaan serta membukakan jalan untuk banyak agar dapat menghasilkan penghasilan.

Namun, ada juga jenis entrepreneur yang tidak hanya berkegiatan sebagai pedagang, tetapi berusaha untuk memberikan manfaat kepada lingkungan. Dikenal juga dengan sebutan social enterprise yang sebenarnya sering sekali digaungkan oleh orang banyak, seperti influencer serta orang-orang terkenal lainnya.

Bagi sebagian orang, entrepreneur merupakan sebuah kegiatan yang keren, karena dianggap mampu untuk memenuhi kebutuhan diri dengan kemampuannya sendiri tanpa bergantung dengan penghasilan dari pihak lain. Biasanya seorang entrepreneur mempunyai sebuah tujuan guna mengembangkan merek dagang supaya dikenal banyak orang.

Dengan menjadi social enterprise, Anda dapat berdagang sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial pada lingkungan. Tentunya hal tersebut akan lebih memiliki kesan baik daripada hanya sebagai seorang pebisnis biasa. Misalnya Anda menyukai hewan, Anda dapat terjun untuk membantu hewan-hewan yang disakiti dengan cara membuka sebuah shelter dan menampung mereka.

Apa Itu Social Enterprise?

Perusahaan social enterprise merupakan suatu ide usaha dengan gabungan dari konsep dasar, yakni mencari sebuah kewajiban dan keuntungan guna saling membantu serta berguna untuk lingkungan sosial. 

Prinsip dasar social enterprise, yaitu menghasilkan sebuah keuntungan melalui usaha serta memutarnya guna mendanai banyak program sosial yang sudah direncanakan. kemudian, hasil penjualan tersebut tidak hanya masuk ke rekening Anda pribadi. Keberadaan perusahaan atau bisnis akan lebih baik jika digunakan untuk banyak orang. 

Sejarah Terciptanya Konsep Social Enterprise

 Konsep dari bisnis ini awalnya berkembang pesat di negara Inggris sejak tahun 1970-an. Metode tersebut nyatanya mendapatkan respon yang cukup baik, khususnya pada tradisional commercial enterprise merupakan jenis bisnis yang mementingkan keuntungan bagi pemilik modal pada sebuah perusahaan.

Posisi seorang social enterprise terbilang netral, tidak hanya condong kepada korporasi atau aktivitas sosial layaknya sebuah organisasi non-profit. Mereka selalu mengupayakan keseimbangan antara memperoleh keuntungan dengan membiayai tujuan sosial.

Contohnya dengan menyediakan sebuah tempat untuk bernaung untuk keluarga yang memiliki penghasilan dibawah rata-rata serta menyelenggarakan edukasi juga pelatihan guna memberikan kemudahan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Biasanya dana yang akan digunakan untuk aktivitas sosial berasal dari keuntungan penjualan produk.

Pilihan Bidang Untuk Perusahaan Sosial

Ada banyak sekali permasalahan sosial yang dapat dipecahkan dengan membangun perusahaan sosialKarena pada dasarnya, semua hal yang mengganggu pikiran Anda berkaitan dengan lingkungan sosial agar menjadi background untuk dari pendirian social enterprise. Secara umum, ada empat hal yang menjadi penggerak dalam pendirian perusahaan sosial, yaitu : 

1. Menciptakan Energi Terbarukan yang Lebih Murah dan Terjangkau

Walau sudah memasuki zaman serba digital, ekonomi sekarang ini masih membutuhkan energi fosil. Belum lagi dengan adanya efek rumah kaca, dimana perubahan iklim merupakan masalah yang begitu sulit untuk dihindari. Oleh sebab itu, dalam upaya guna mendukung terwujudnya sumber energi baru serta lebih terjangkau sedang marak dilakukan.

2. Menciptakan Lapangan Pekerjaan Demi Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Bidang yang menjadi sebuah alasan utama dibuatnya social enterprise, yakni demi terwujudnya lapangan pekerjaan secara layak dan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. Dengan begitu para wirausahawan dapat menciptakan peluang kerja, kerja paksa, masalah pengangguran, perdagangan manusia serta perbudakan dapat ditiadakan.

3. Melakukan Kegiatan Produksi dan Konsumsi yang Lebih Bertanggung jawab

Tren dunia mengenai pemahaman tentang produk yang akan dibeli, memerlukan cara produksi yang baik kepada metode bisnis ini. Supaya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan segera tercapai, maka diperlukannya sebuah perubahan dalam tata cara memproduksinya.

Contoh dari masalah ini, yakni sistem irigasi pada pertanian yang memakan sebanyak 70% penyerapan air. Produksi serta kebutuhan yang terlalu berlebihan dapat membuat banyak produk hasil pertanian tidak terpakai dan akhirnya membusuk. 

4. Aksi Nyata terhadap Pencegahan Kerusakan Iklim

Umat manusia sedang dihadapkan dengan risiko terbesar, yakni perubahan iklim. Dampak dari hal tersebut, yaitu tersebar dengan cepat dan luas akibat dari emisi karbon yang terus meningkat pada beberapa dekade terakhir serta melonjaknya temperatur global juga mencairnya es. 

Karena hal tersebut, seluruh bisnis sangat diharapkan untuk berkontribusi dalam pengurangan efek pada perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini. Dibutuhkan juga perhatian juga dukungan supaya problematika ini dapat segera diatasi secara efektif. 

Sebelum Terlambat, Segera Rencanakan Ide Bisnis Social Enterprise

Konsep dari social enterprise sendiri pada dasarnya telah mulai bertumbuh dan juga berkembang di negara Indonesia. Ada banyak sekali kalangan yang serius menjalankan metode tersebut untuk membantu mengurangi dan mengatasi beragam masalah dalam lingkungan sosial yang ada sekaligus mencari keuntungan.